Dunia
kita yang sementara ini tak pernah menjanjikan kemudahan untuk sebuah pekerjaan.
Setiap seragam memiliki bebannya sendiri. Kemeja rapi dibalik meja kantor yang
menemani lembur sampai mata sang pemiliknya merah menahan kantuk, helm proyek
yang kusam dan penuh goresan, kuli bangunan dengan handuk yang setia bertengger
diatas bahu untuk menghalau peluh yang menetes, kurir dengan jaket kebanggannya
harus memastikan paket aman dari panas dan hujan yang tak pernah masuk dalam kalender. Setiap
pekerjaan gak ada yang gratis,
mereka punya taruhannya sendiri yang harus dibayar.
Pekerjaan yang akan disorot kali ini
adalah kurir paket. Pekerjaan ini hampir selalu diremehkan dan dianggap mudah karena
hanya mengantar paket sampai ke pemiliknya tanpa tahu apa yang harus
dipertaruhkan oleh para kurir di jalan. Tak ada yang tau bahwa tak sedikit yang
harus mengalami kendala seperti salah alamat karena alamat tidak lengkap atau
nomor tidak bisa dihubungi, ban bocor, motor mogok atau kehujanan, sedangkan
jika ada pengiriman terlambat mereka akan mendapatkan komplain yang berdampak
pada rating dan gaji atau bonus. Selain
permasalahan tersebut, terkadang ada juga yang membahayakan nyawa seperti yang
baru-baru ini terjadi. Seorang kurir paket dikabarkan mengalami pembegalan oleh
sekelompok orang tidak dikenal saat sedang berteduh seorang diri.
Hujan yang mengguyur kota Bandung
mengharuskan seorang kurir paket berhenti dan berteduh di depan sebuah rumah
seseorang demi menjaga paket yang sedang dibawanya tetap aman dan tidak basah.
Ditengah rintik hujan, terlihat dua orang dengan sebuah sepeda motor menghampiri
mas kurir dan tak lama disusul oleh dua orang lainnya yang seolah juga ingin
berteduh. Mereka terlihat berinteraksi dengan mas kurir dan tak disangka salah
seorang dari mereka berusaha merebut kunci motor milik kurir. Meski berusaha
melawan, mas kurir tersebut akhirnya terdorong dan tangannya dihadiahi goresan
pisau oleh pelaku. Pelaku yang berhasil merebut kunci tersebut
segera kabur dan tak lupa membawa serta paket yang belum sempat diantarkan. Mas
kurir yang mengalami luka tersebut segera meminta pertolongan dan melaporkan
kejadian yang menimpanya ke pihak berwajib. Dalam salah satu media, mas kurir
terlihat sedang menceritakan kronologi kejadian dengan wajah tenang dan “legowo” seakan ingin menyampaikan bahwa Tuhan
lebih besar dibandingkan kekhawatirannya. Tuhan seolah menjawab sikap tenang
dan pasrahnya, dimana dengan berbekal rekaman cctv yang terpasang di sekitar tempat kejadian, akhirnya dua orang
pelaku berhasil ditangkap dengan bantuan masyarakat sekitar. Mas kurir paket
ini berasal dari salah satu perusahaan jasa logistik dan ekspedisi terbesar di
Indonesia, yaitu JNE (PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir).
Kalimat "Tuhan tidak akan menciptakan sedih tanpa merencanakan kebahagiaan" memang benar adanya. Selang berapa hari dari kejadian,
terdengar kabar bahwa mas kurir mendapatkan apresiasi dari pihak JNE karena
telah berusaha untuk tetap menjaga amanah yang telah dititipkan kepada
perusahaan JNE. Sebuah motor yang pernah menemani sang kurir mengantarkan paket
dibawah terik matahari atau rintik hujan kini telah digantikan dengan motor
baru yang akan menemani perjalanannya kedepan oleh JNE. Bagi JNE, ini adalah
salah satu bentuk tanggungjawab kurir yang perlu diapresiasi dan dapat
dijadikan pelajaran untuk kedepannya agar selain mengutamakan keamanan paket
perlu juga mengutamakan keselamatan diri sendiri.
Ini adalah salah satu cerita dari seorang
kurir paket, dimana diluar sana masih ada banyak kurir dengan banyak cerita
dalam setiap perjalanannya. Sebuah resiko tidak pernah tercantum dalam daftar
pekerjaan seseorang, tidak pernah masuk dalam keterangan slip gaji, tetapi dapat ditanggung kapan saja tanpa orang lain tau.
#JNE #ConnectingHappiness #JNE35Bersama #JNEContentCompetition2026 #JNEBeragamCerita