Jumat, 15 Mei 2026

Tak Masuk Slip Gaji

 


Dunia kita yang sementara ini tak pernah menjanjikan kemudahan untuk sebuah pekerjaan. Setiap seragam memiliki bebannya sendiri. Kemeja rapi dibalik meja kantor yang menemani lembur sampai mata sang pemiliknya merah menahan kantuk, helm proyek yang kusam dan penuh goresan, kuli bangunan dengan handuk yang setia bertengger diatas bahu untuk menghalau peluh yang menetes, kurir dengan jaket kebanggannya harus memastikan paket aman dari panas dan hujan yang tak pernah masuk dalam kalender. Setiap pekerjaan gak ada yang gratis, mereka punya taruhannya sendiri yang harus dibayar.

            Pekerjaan yang akan disorot kali ini adalah kurir paket. Pekerjaan ini hampir selalu diremehkan dan dianggap mudah karena hanya mengantar paket sampai ke pemiliknya tanpa tahu apa yang harus dipertaruhkan oleh para kurir di jalan. Tak ada yang tau bahwa tak sedikit yang harus mengalami kendala seperti salah alamat karena alamat tidak lengkap atau nomor tidak bisa dihubungi, ban bocor, motor mogok atau kehujanan, sedangkan jika ada pengiriman terlambat mereka akan mendapatkan komplain yang berdampak pada rating dan gaji atau bonus. Selain permasalahan tersebut, terkadang ada juga yang membahayakan nyawa seperti yang baru-baru ini terjadi. Seorang kurir paket dikabarkan mengalami pembegalan oleh sekelompok orang tidak dikenal saat sedang berteduh seorang diri.

            Hujan yang mengguyur kota Bandung mengharuskan seorang kurir paket berhenti dan berteduh di depan sebuah rumah seseorang demi menjaga paket yang sedang dibawanya tetap aman dan tidak basah. Ditengah rintik hujan, terlihat dua orang dengan sebuah sepeda motor menghampiri mas kurir dan tak lama disusul oleh dua orang lainnya yang seolah juga ingin berteduh. Mereka terlihat berinteraksi dengan mas kurir dan tak disangka salah seorang dari mereka berusaha merebut kunci motor milik kurir. Meski berusaha melawan, mas kurir tersebut akhirnya terdorong dan tangannya dihadiahi goresan pisau oleh pelaku. Pelaku yang berhasil merebut kunci tersebut segera kabur dan tak lupa membawa serta paket yang belum sempat diantarkan. Mas kurir yang mengalami luka tersebut segera meminta pertolongan dan melaporkan kejadian yang menimpanya ke pihak berwajib. Dalam salah satu media, mas kurir terlihat sedang menceritakan kronologi kejadian dengan wajah tenang dan “legowo” seakan ingin menyampaikan bahwa Tuhan lebih besar dibandingkan kekhawatirannya. Tuhan seolah menjawab sikap tenang dan pasrahnya, dimana dengan berbekal rekaman cctv yang terpasang di sekitar tempat kejadian, akhirnya dua orang pelaku berhasil ditangkap dengan bantuan masyarakat sekitar. Mas kurir paket ini berasal dari salah satu perusahaan jasa logistik dan ekspedisi terbesar di Indonesia, yaitu JNE (PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir).

           Kalimat "Tuhan tidak akan menciptakan sedih tanpa merencanakan kebahagiaan" memang benar adanya. Selang berapa hari dari kejadian, terdengar kabar bahwa mas kurir mendapatkan apresiasi dari pihak JNE karena telah berusaha untuk tetap menjaga amanah yang telah dititipkan kepada perusahaan JNE. Sebuah motor yang pernah menemani sang kurir mengantarkan paket dibawah terik matahari atau rintik hujan kini telah digantikan dengan motor baru yang akan menemani perjalanannya kedepan oleh JNE. Bagi JNE, ini adalah salah satu bentuk tanggungjawab kurir yang perlu diapresiasi dan dapat dijadikan pelajaran untuk kedepannya agar selain mengutamakan keamanan paket perlu juga mengutamakan keselamatan diri sendiri.

            Ini adalah salah satu cerita dari seorang kurir paket, dimana diluar sana masih ada banyak kurir dengan banyak cerita dalam setiap perjalanannya. Sebuah resiko tidak pernah tercantum dalam daftar pekerjaan seseorang, tidak pernah masuk dalam keterangan slip gaji, tetapi dapat ditanggung kapan saja tanpa orang lain tau.


#JNE  #ConnectingHappiness  #JNE35Bersama  #JNEContentCompetition2026  #JNEBeragamCerita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar